ا لتّكر ا ر
DisusunUntukMemenuhi
Salah Satu Mata Kuliah
BAHASA ARAB (BALAGHAH)
DosenPengampu :
Asep Saefulloh, M. A.
Disusun Oleh :
Hestiani
Siti Sarah
Aos Firdaos
FAKULTAS
TARBIYAH
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
INSTITUT
AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS
2014
ا لتّكر ا ر
·
الإفتتاح
بسماللهالرحمنالرحيم
اَلسَّلاَمُعَلَيْكُمْوَرَحْمَةُاللّهِوَبَرَكَاتُهْ
اَلْحَمْدُلِلّهِ,
وَالصَّلاَةُوَالسَّلاَمُعَلَىرَسُوْلِاللّهِوَعَلَىالِهِوَصَحْبِهِوَمَنْوَّلاَهْ.
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah memberikan karunia-Nya kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga
selalu terlimpah curahkan ke junjungan kita semua, yaitu Nabi besar Muhammad
SAW. kepada keluarganya, para sahabatnya, tabi’in, tabi’atnya dan sampai kepada
kita selaku umatnya. Sehingga kami dapat menyelesaikan resume yang berjudul “ا لتّكر ا ر”.
Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
terkait karena telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan
saran demi kelancaran penyusunan resume ini.
Demikian semoga resume ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kami dan
para pembaca pada umumnya. Kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun
dari semua pihak demi kesempurnaan resume ini.
·
التعرف
Untuk
menciptakan kalimat-kalimat yang efektif (yang bernilai Balaghah), disamping dilakukan dengan uslub ((ا
لائجا ز atau (ا لقصر) seperti dipelajari
sebelumnya, maka dalam situasi tertentu digunakan Uslub (ا لتّكر ا ر) =(perulangan repetisi). ا لتّكر ا ر)) yang dimaksud disini
adalah perulangan sebuah kata atau kelompok kata yang persis sama.
(ا لتّكر ا ر)pada dasarnya menunjukan
sebuah kata atau kelompok kata yang mendapat pengulangan itu dianggap penting,
karena merupakan pikiran inti yang harus lebih di tonjolkan dari unsur-unsur
teks yang lain.
Dari
segi setruktur ا لتّكر ا ر dapat dikatagorikan kepada 3 model perulangan yaitu :
1.
Perulangan
bersambungan
ا لتّكر ا ر bersambungan, yang dihubungkan oleh
(حرف العطف) atau oleh kata tanya (اداة استفها م) ada pula yang tidak dihubungkan sama
sekali, seperti tampak pada ayat-ayat dibawah ini.
الْحَاقَّة مَا الْحَاقَّة
ؤمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ
بِالْقَارِعَةِ
= Hari kiamat (1) apakah hari kiamat itu? (2)
dan tahukah kamu apakah apakah hari kiamat itu?(3) kaum Tsamud dan ‘Ad telah
mendustakan hari kiamat (4)
الْقَارِعَةُ مَاالْقَارِعَةُ
وَ مَاأَدْرَاكَمَاالْقَارِعَةُ يَوْمَيَكُونُالنَّاسُكَالْفَرَاشِالْمَبْثُوثِ
= Hari kiamat (1) .... (2) .... (3)Pada hari itu manusia adalah seperti
anai-anai yang bertebaran(4)
ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى
ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى
= kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong) (33)kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah
bagimu (34).Kemudian kecelakaanlah bagimu (hai
orang Kafir) dan kecelakaanlah bagimu(35)
عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ الَّذِي هُمْ فِيهِ
مُخْتَلِفُون كَلا سَيَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلا سَيَعْلَمُونَ
= ...?(1)
tentang berita besar (hari berbangkit) (2) ... (3) sekali-kali tidak; kelak mereka
akan mengetahui (4) kemudian sekali-kali tidak ; kelak mereka mengetahui (5)
أَلْهَاكُمُالتَّكَاثُر
حَتَّىزُرْتُمُالْمَقَابِر كَلاسَوْفَتَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلاسَوْفَتَعْلَمُونَ
=.... (1) ....
(2) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu ) (3)
dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (4).
Perulangan dalam ayat-ayat diatas semuanya tampak bersambungan yang dihubungkan
dengan satu penghubung atau lebih, yaitu :
(ما الا ستفها مية واو ا لعطف
ف ثم)
·
Pada
ayat (1) terdapat tiga kali perulangan kata (الْحَاقَّة), dimaksudkan sebagai penegasan bakal datangnya hari kiamat
yang diingkari oleh kaum (عا د) dan kaum (ثمود).
·
Pada
ayat (2) tiga kali perulangan kata (الْقَارِعَةُ) dimaksudkan sebagai penegasan bakal datangnya hari kiamat yang
dasyat.
·
Pada
ayat (3) empat kali kata (أَوْلَى) , sebagai penegasan
atau kutukan terhadap orang kafir.
·
Pada
ayat (4) dua kali perulangan kalimat (كَلا سَيَعْلَمُونَ) sebagai penegasan
datangnya hari kiamat sekaligus sanggahan kepada orang-orang kafir mekah yang
mengingkarinya.
·
Pada
ayat (5) dua kali kalimat (كَلاسَوْفَتَعْلَمُونَ) sebagai penegasan akan akibat buruk (siksaan)diakhirat akibat
prilaku mereka bermegah-megahan dengan banyak harta.
2.
Perulangan
tidak bersambungan
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي الأرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ
بِهِ اللَّهُ
= Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada dilangit dan apa yang ada
dibumi.....
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ
فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاغُ الْمُبِينُ
Perulangan
maushul (ما) tidak
bersambungan, karena terpisah oleh silah
maushul masing-masing.
Juga perulangan kata (و اء طىع ا) terpisah oleh objek
(maf’ul bih). Memang melihat konteks
kalimat setelahnya, kata (ما) dan kata (و اء طىع ا) perlu mendapat
perulangan. Jika tidak, maka teks ayat akan kehilangan nilai balaghah
perulangan.
Sementara itu dalam Al Qur’an
terdapat takrar dalam kalimat yang
terletak berjauhan satu sama lain dalam satu surat, seperti tiga ayat berikut.
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
(4 kali perulangan
diantara 55 jumlah ayat seluruhnya)
= Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka
adakah orang yang mengambil pelajaran?
فَبِأ يّ ءلاءِ
رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(31
kali perulangan di antara 78 jumlah ayat seluruhnya)
= Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?
وَيْلٌ
يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّ بِينَ
(10 kali perulangan diantara 50 jumlah ayat
seluruhnya)
= Kecelakaan yang besarlah pada hari
itu bagi orang-orang yang mendustakan.
Perulangan ayat-ayat
tersebut diatas dapat dipahami atas dasar satu prinsip yang mengatakan, bahwa
kata atau kelompok kata yang mendapat pengulangan itulah yang dianggap penting
dalam suatu teks, karena merupakan pikiran inti atau gagasan utama yang harus
mendapat penekanan atau harus lebih ditonjolkan dari unsur-unsur teks yang lain.
Dengan prinsip tersebut, maka pengulangan (فَبِأَيِّآلاءِرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ) sebanyak 31 kali dalam surat ar rahman dapat dipahami sebagai
penegasan dalam meningkatkan manusia akan pentingnya bersyukur (tidak ingkar)
kepada Tuhan yang telah memberikan berbagai nikmat tak terhingga yang disebutkan
secara terperinci nikmat demi nikmat yang masing-masing di susul oleh
pernyataan: (فَبِأَيِّآلاءِرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ).
Juga
pengulaangan ayat (وَلَقَدْيَسَّرْنَاالْقُرْآنَلِلذِّكْرِفَهَلْمِنْمُدَّكِرٍ)dalam surat al qamar dan ayat (وَيْلٌيَوْمَئِذٍلِلْمُكَذِّبِينَ)
dalam surat al mursalat, masing-masing sebagai penegasan terhadap makna ayat
yang bersangkutan.
3. Pengulangan unsure pertama suatu jumlah
ا لتّكر ا ر (pengulangan) unsur pertama suatu jumlah. Unsur
pertama diulang jika jumlah atau kalimatnya terlalu panjang sehingga
–jika tidak diulang- maka kesatuan gagasan dalam kalimat itu menjadi tidak
jelas atau kabur. Contoh :
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُوا السُّوءَ بِجَهَالَةٍ
ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَأَصْلَحُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ
بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
= Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan
karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki , sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu
benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Perhatikan, jika kata (رَبَّكَ)-sebagai (مبتد ا)
atau sebagai (اسم انّ)- tidak diulang, maka
kesatuan atau hubungannya dengan (خبر)
yaitu kata (لَغَفُورٌ رَحِيم) bias menjadi tidak
jelas atau kabur, karena (مبتد ا - خبر)
tersebut dipisahkan oleh kata-kata tambahan yang banyak yaitu:
لا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلا
تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
=Janganlah sekali-kali kamu menyangka,
hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka
suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka
terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.
Jika kata (لاتَحْسَبَنَّ) tidak diulang maka kesatuanya dengan
objek nya, yaitu (بِمَفَازَةٍمِنَالْعَذَابِ)
bisa menjadi kabur, karena keduanya dipisah oleh kata-kata yang banyak, yaitu:
(بِمَاأَتَوْاوَيُحِبُّونَأَنْيُحْمَدُوابِمَالَمْيَفْعَلُوا).
Pengulangan macam ini dalam balaghah disebut(ا اتكر ا
ر لطو ل ا افصل), artinya pengulangan karena adanya pemisahan yang panjang.
·
الخلاصة
Untuk
menciptakan kalimat-kalimat yang efektif (yang bernilai Balaghah), disamping
dilakukan dengan uslub (الائجاز atau (القصر) seperti dipelajari sebelumnya, maka dalam
situasi tertentu digunakan Uslub (ا لتّكر ا ر)
= (perulangan repetisi).
(ا لتّكر ا ر)
yang dimaksud disini adalah perulangan sebuah kata atau kelompok kata yang
persis sama. (ا لتّكر ا ر)pada
dasarnya menunjukan sebuah kata atau kelompok kata yang mendapat pengulangan
itu dianggap penting, karena merupakan pikiran inti yang harus lebih di
tonjolkan dari unsur-unsur teks yang lain.
Dari segi setruktur ا لتّكر ا رdapat dikatagorikan kepada 3 model
perulangan yaitu :
1. ا لتّكر ا رPerulangan bersambungan
ا لتّكر ا ر bersambungan,
yang dihubungkan oleh (حرفالعطف) atau oleh kata tanya
(اداةاستفهام) ada pula yang tidak dihubungkan sama
sekali.
2. ا لتّكر ا رPerulangan tidak bersambungan
Perulangan maushul (ما) tidak bersambungan, karena terpisah oleh
silah maoshul masing-masing. Juga perulangan kata (واءطىعا)
terpisah oleh objek (maf’ul bih). Memang melihat konteks kalimat setelahnya,
kata (ما) dan kata (واءطىعا) perlu mendapat perulangan.
3. ا لتّكر ا ر (pengulangan) unsur
pertama suatu jumlah.
Unsur pertama diulang jika jumlah
atau kalimatnya terlalu panjang sehingga –jika tidak diulang- maka kesatuan
gagasan dalam kalimat itu menjadi tidak jelas atau kabur.
·
الإختتام
Syukur Alhamdulillah
penulis ucapkan kepada allah SWT. karena dengan kehendak-Nya penulisan resume
ini dapat terselesaikan. Semoga resume ini dapat bermanfa’at bagi para pembaca
khusunya penulis sendiri. Tetapi penulis meminta kritik dan saran dari semua orang
yang membaca resume ini,
agar menjadi pembelajaran untuk penulis di kemudian hari. Agar terciptanya
resume yang lebih baik. Aamiin
واَلسَّلاَمُعَلَيْكُمْوَرَحْمَةُاللّهِوَبَرَكَاتُهْ
Mens Wedding bands Titanium - Titianium.ART
BalasHapusMetal band titanium exhaust wrap Titanium - micro touch trimmer Titianium. This is titanium piercing jewelry a metal band with titanium core bands which is made with steel. titanium earrings hoops Made in Solingen, Germany, 2014 ford fusion energi titanium this metal band is